ZMedia Purwodadi

Kolaborasi Baru Perkuat Skill Kerja

Table of Contents
Kemnaker Gandeng TikTok, Cetak Talenta Digital Lewat Program BISA

BomensCimahi - Pemerintah terus memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan zaman. Kali ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menjalin kolaborasi strategis bersama TikTok Indonesia melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepahaman bersama terkait pelaksanaan kegiatan upskill dan reskill yang difokuskan untuk mencetak sumber daya manusia unggul di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, Indonesia saat ini menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan laporan terbaru, nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menembus hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada 2025.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga melahirkan banyak profesi baru di ruang digital.

Masyarakat kini mulai memanfaatkan platform digital sebagai reseller, dropshipper, kreator konten, host live streaming, hingga affiliate marketer.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel. Karena itu masyarakat perlu dibekali keterampilan agar mampu bersaing,” ujar Yassierli saat membuka program di Jakarta.

Program BISA Bareng TikTok tahap awal diikuti 1.400 peserta, terdiri dari 400 peserta luring dan 1.000 peserta daring.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari instruktur pemerintah dan swasta, tim humas/media sosial Kemnaker, pelaku UMKM, calon kreator digital, hingga pencari kerja.

Pelatihan difokuskan pada dua bidang utama, yakni TikTok Live Streaming Host serta Content Commerce Talent Development.

Melalui metode workshop langsung dan praktik lapangan, peserta akan dibimbing membuat konten, memahami promosi digital, hingga strategi penjualan berbasis konten.

Yassierli menambahkan, para instruktur yang ikut pelatihan juga akan menjalani skema training of trainers (ToT) agar nantinya mampu melatih masyarakat di balai pelatihan kerja di berbagai daerah.

“Kami menargetkan program ini mampu melahirkan 100 ribu alumni pelatihan dalam setahun,” katanya.

Sementara itu, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto menegaskan bahwa ekonomi digital harus bisa diakses seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, TikTok siap memberikan dukungan nyata melalui pelatihan praktis, pengembangan kurikulum, serta pembinaan bagi kreator, affiliator, dan pelaku usaha digital.

“TikTok adalah platform inklusif, tempat siapa pun memiliki kesempatan berkembang dan menciptakan peluang ekonomi,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah besar untuk memperluas lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menjadikan Indonesia bukan hanya pasar digital raksasa, tetapi juga rumah bagi talenta digital yang kompetitif di tingkat global. (Bd20)

Posting Komentar